PUSAT PELAYANAN SMS NASABAH BFI

PUSAT PELAYANAN SMS NASABAH BFI

Ketik: Nama/No. HP/MEREK MOBIL-TIPE-MT-AT/Tahun Kendaraan/Domisili

Contoh: Nurhayati /

083804887091

/ Toyota Fortuner G 2.7 AT Bensin 2012 / Samarinda

Ketik pesan seperti format DIATAS, FAST RESPONSE Maksimal 15 Menit (24 Jam) kami akan segera menghitung detail simulasi pinjaman, angsuran, masa tenor dan lain-lain. Apabila data lengkap, akan kami jemput sekaligus SURVEY (No Tipping!). Proses maks 1 HARI (data lengkap). Melayani seluruh Indonesia. NO BI CHECKING.

KIRIM ke:

082114080568

atau

083804887091

(Berto) via SMS/TLP atau BBM.

Berto Josef, BFI Finance Indonesia

082114080568

083804887091

www.tempatkreditbpkb2014.blogspot.com

E-mail:Kreditpinjaman.2014@gmail.com

DATA ANDA KAMI JEMPUT UNTUK DIPROSES.

;) DIMANAPUN ANDA, JANGAN RAGU TANYAKAN SIMULASINYA KEPADA KAMI :)

Jumat, 21 November 2014

Dana Kompensasi BBM, untuk Bikin Usaha hingga Beli Pembalut

Dana Kompensasi BBM, untuk Bikin Usaha hingga Beli Pembalut

Jumat, 21 November 2014 | 16:48 WIB
KOMPAS.COM/ M Wismabrata Warga Solo mulai mengambil dana sosial di Kantor Pos Solo, Jumat (21/11/2014).
SOLO, KOMPAS.com - Warga Solo mulai hari ini, Jumat (21/11/2014), sudah bisa mencairkan dana kompensasi kenaikan harga BBM di kantor Pos Solo. Dengan membawa Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), mereka bisa membawa pulang uang Rp 400.000 untuk periode dua bulan.

Hartono Muji (56), salah seorang penerima dana kompensasi BBM, mengaku bersyukur mendapat suntikan dana Rp 400.000. Ia akan menggunakan dana itu untuk memulai usaha meskipun belum tahu jenis usaha apa yang akan dirintisnya.

"Inginnya mau usaha, Mas, sudah ada tambahan modal 400 ribu, tapi belum tahu usaha apa," kata warga Semanggi ini kepada Kompas.com, Jumat (21/11/2014).

Partowiyono (89), warga Losari yang yang sudah lanjut usia tampak semangat mengambil dana sosial. Diantar oleh cucunya, Partowiyono dengan mantap memberikan cap jempol di hadapan petugas sebagai syarat untuk bisa mengambil uang di loket berikutnya.

Seusai mengambil uang kompensasi, Partowiyono yang sudah harus dipapah saat berjalan menunjukkan empat lembar uang Rp 100.000.

"Mau buat beli Pampers (pembalut), Mas. Eyang sudah setiap hari pakai Pampers," kata Surati, cucu Partowiyono.

Sementara itu, ratusan warga sudah mengantre sebelum kantor pos di Jalan Jenderal Sudirman, Solo, buka. Loket dibuka pukul 08.00, namun warga sudah mengantre pukul 07.00 pagi.

Antrean mulai mengular saat beranjak siang. Petugas keamanan dibantu dari TNI/Polri juga turut mengatur antrean. Pihak kantor Pos Kota Solo menyediakan beberapa loket pencairan untuk mengantisipasi penumpukan antrean. Selain itu, warga pemegang KPS bisa langsung mengambil dana meskipun belum mendapat tiga kartu "sakti" Jokowi.

"Sesuai dengan arahan pusat, warga yang memiliki KPS yang berhak mendapat dana sosial. Tinggal tunjukkan KTP lalu diverifikasi," kata Tatik Nurhayati, koordinator Pembagian Dana Sosial dari kantor Pos, Jumat (21/11/2014).

Untuk sementara, kurang lebih 19.000 pemegang KPS berhak mendapatkan dana sosial. Pembagian dana itu tidak hanya pada hari ini, namun bisa di hari-hari berikutnya. Dana Rp 400.000 itu merupakan "rapel" dua bulan sesuai dengan program pemerintah.

Harga BBM Naik, ADB Prediksi Inflasi 2015 Capai 6,9 Persen

Harga BBM Naik, ADB Prediksi Inflasi 2015 Capai 6,9 Persen

Kamis, 25 September 2014 | 13:03 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-10206, Jakarta, Jumat (12/4/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memperkirakan inflasi rata-rata tahunan akan sedikit melonjak pada tahun 2015. Kondisi ini terjadi apabila pemerintah baru menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun depan.

ADB memperkirakan inflasi tahun 2015 akan mencapai 6,9 persen, lebih tinggi dibandingkan prediksi tahun 2014 sebesar 5,8 persen. Prediksi tersebut ditentukan dengan asumsi kenaikan harga BBM benar-benar dilakukan pemerintah.

"Kita sudah memasukkan asumsi sesuai statement-statement yang kita dengar bahwa pemerintah baru akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Tapi inflasi tahun depan (akibat dampak kenaikan harga BBM) temporary," kata Deputy Country Director ADB di Indonesia Edimon Ginting di Hotel Intercontinental Midplaza, Kamis (25/9/2014).

Edimon menegaskan, prediksi yang dilakukan ADB tersebut masih merupakan asumsi. Namun demikian, ia menyoroti kondisi inflasi saat ini yang telah turun mendekati angka 4 persen. Apabila harga BBM bersubsidi dinaikkan pada saat kondisi inflasi sedang mengalami tren penurunan, maka dampaknya tak akan besar.

"Kalau base inflasinya rendah, kalau menaikkan (harga BBM bersubsidi) dampaknya tidak tinggi. Mudah-mudah tidak terjadi sentimen seperti sebelumnya. Food price juga sedang tidak naik," ujar Edimon.

Secara umum, Edimon memandang saat ini Indonesia tengah berada pada situasi ekonomi yang cukup bagus. Ia mengungkapkan, ADB memberikan proyeksi inflasi sebesar 6,9 persen pada 2015 didasarkan asumsi kenaikan harga BBM bersubsidi berkisar 30 hingga 50 persen.

"Di sekitar 30 sampai 50 persen kira-kira asumsi kita. Dampaknya 2 sampai 2,5 persen. Timing juga penting. Kalau dinaikkan saat inflasi cenderung sedang naik, dampaknya juga tinggi," jelas Edimon.

Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Bertambah

Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Bertambah

Friday, 03 January 2014, 02:10 WIB
Komentar : 3
antara
Ketua BPS Suryamin
Ketua BPS Suryamin
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2013 mencapai 28,55 juta orang (11,47 persen) atau meningkat 0,48 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2013 tercatat 28,07 juta orang (11,37 persen).
Perinciannya, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0,30 juta orang dari 10,33 juta orang pada Maret 2013 menjadi 10,63 juta orang pada September 2013.

Sementara, di daerah perdesaan naik sebanyak 0,18 juta orang (17,74 juta orang pada Maret 2013 menjadi 17,92 juta orang pada September 2013).
Selama periode Maret-September 2013, prosentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2013 sebesar 8,39 persen atau naik menjadi 8,52 persen pada September 2013. Sementara, prosentase penduduk miskin di daerah perdesaan meningkat dari 14,32 persen pada Maret 2013 menjadi 14,42 persen pada September 2013. 

Kepala BPS, Suryamin, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/1), menjelaskan terdapat beberapa faktor terkait peningkatan jumlah dan prosentase penduduk miskin periode Maret-September 2013.
Pertama, selama periode Maret-September 2013, terjadi inflasi sekira 5,02 persen yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dieksekusi Juni 2013. Kala itu, harga BBM untuk premium dinaikkan dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter, sedangkan solar dinaikkan dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 5.500 per liter.
Kedua, secara nasional, rata-rata harga beras mengalami peningkatan. Jika Maret 2013 Rp 10.748 per kg, sedangkan September 2013 Rp 10.969 per kg.
Ketiga, lanjut Suryamin, harga eceran beberapa komoditas bahan pokok mengalami kenaikan yang signifikan seperti daging ayam ras, telur ayam ras dan cabai merah. Masing-masing kenaikannya sebesar 21,8 persen, 8,2 persen dan 15,1 persen.
Keempat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia Agustus 2013 mencapai 6,25 persen, mengalami peningkatan dibanding TPT Februari 2013 5,92 persen dan Agustus 2012 6,14 persen.

Aneh Menteri ESDM Tidak Mengerti Petral


Aneh Menteri ESDM Tidak Mengerti Petral


Jum'at, 21 November 2014 Penulis: MI/Faw
Warning Menteri ESDM Sudirman Sahid yang akan menutup Petral sangat aneh.  Sebab dia mantan Vice Presiden Integrated supply Chain (ISC ) Pertamina yang mengontrol Petral. Logikanya pasti mengerti tentang permainan migas di sana. "Aneh saya mendengar komentar Menteri ESDM dan Meneg BUMN setelah dipanggil Presiden Jokowi soal Petral yang sangat merugikan negara  dan Faisal Basri ditugasi memeriksa Petral...Loh Sudirman Said itu mantan VP ISC Pertamina (2008-2009) yang sangat paham bagaimana hubungan kerja ISC yang mengontrol Petral Singapore," ungkap Yusri Usman, pemerhati migas, kepada wartawan, kemarin (20/11/2014)

Bahkan, pemerhati migas dari UGM ini menghitung, ada duadireksi Pertamina menjadi komisaris di Petral sebagai anak Perusahaan harusnya Menteri ESDM dan Meneg BUMN panggil semua Direksi Pertamina. Minta mereka memaparkan kinerja Petral selama ini dan kegiatan kilang Pertamina yang ada. "Semua itu mudah, tapi  dikondisikan seolah-olah sulit dan tidak ada hubungannya Pertamina Pusat dengan Petral.  Mafianya hanya ada di singapore. Saya sudah bilang berulangkali dugaan otak mafianya juga di Jakarta," tegasnya.

Yusrii yakin, tidak ada kamus didunia korporasi anak perusahaan membuat kebijakan sendiri di Singapore dan mendikte direksi kantor Pusat. Meneg BUMN harusnya paham. Apalagi kakak ibu Meneg BUMN, Arie Soemarno adalah  mantan Dirut Petral dan Dirut Pertamina.  Semasa Arie Soemarno lah fungsi ISC Pertamina ini dibentuk pada 2008. "Jadi lucu-lucuan saja, sandiwara apalagi ini? Ini sama saja mau ngerjain Presidennya! Kasihan saya dengan Presiden Jokowi," kata Yusri.

Jumlah Penduduk Miskin masih Tinggi


Jumlah Penduduk Miskin masih Tinggi


Rabu, 02 Juli 2014 Penulis: Aim/Wes/ Mus/X-9
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia hingga Maret 2014 mencapai 28,28 juta orang, atau bertambah 110 ribu orang jika dibandingkan dengan periode Maret 2013 sebesar 28,17 orang.

Bertambahnya penduduk miskin itu juga seiring dengan naiknya garis kemiskinan pada periode Maret 2103-Maret 2014 sebesar 11,45%, dari Rp271.626 per kapita per bulan menjadi Rp302.735 per kapita per bulan.

Penduduk miskin didefinisikan sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan bertambahnya penduduk miskin disebabkan sepanjang Maret 2013-Maret 2014 terjadi hujan-hujan berkepanjangan yang berpengaruh terhadap sektor pertanian. ''Hujan deras membuat banyak yang tidak bisa bekerja. Faktor cuaca ini juga membuat panen bergeser,'' katanya dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.

Suryamin menambahkan, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan ialah beras. Untuk di perkotaan sumbangan terhadap garis kemiskinan sebesar 25,14% dan di perdesaan 32,89%.

Menurutnya, persoalan kemiskinan bukan sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin, melainkan juga tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan tersebut. Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengakui masih bertambahnya penduduk miskin itu disebabkan perlambatan ekonomi dan rendahnya kualitas pertumbuhan.

''Pengurangan penduduk miskin ialah sebuah keniscayaan (keharusan). Tapi kalau pertumbuhan ekonomi kita enggak tinggi dan kualitasnya juga enggak masuk kepada sektor yang memberikan keberpihakan kepada masyarakat miskin, ya, begini hasilnya,'' tukas Chairul.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Hendri Saparini, ada dua hal yang dapat dilakukan untuk menekan angka kemiskinan. Pertama, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi. Kedua, masyarakat miskin yang berada pada usia produktif harus bekerja.

''Sekarang tidak. Siapa pun yang miskin, berapa pun usianya, dapat raskin dan BLT. Harusnya mereka diberdayakan secara ekonomi,'' ujarnya.

Inilah Pemicu Utama Orang Miskin RI Makin Bertambah

Inilah Pemicu Utama Orang Miskin RI Makin Bertambah

By Fiki Ariyanti
on Feb 21, 2014 at 20:25 WIB
Pemerintah menilai pentingnya menjaga harga kebutuhan pokok supaya inflasi tak melonjak tajam. Langkah ini mampu mencegah kenaikan tingkat kemiskinan meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia juga ikut mengalami perlambatan.

"Intinya adalah harga supaya menanggulangi kemiskinan. Jangan sampai inflasi meningkat karena kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama pangan," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana di kantornya, Jakarta, Jumat (21/2/2014).

Tak mau memprediksi laju inflasi februari 2013, Armida menilai, pemerintah berkewajiban menjaga ketersediaan kebutuhan pokok, berupa pangan. "Paling bagus juga kita coba meningkatkan penyaluran beras miskin (Raskin)," ujarnya.

Sekadar informasi, pemerintah mengakui koreksi pertumbuhan ekonomi dari 6% menjadi kisaran 5,8%-6% di tahun ini akan mendorong tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Hal ini disebabkan karena penurunan kesempatan kerja akibat kenaikan upah minimum.

Armida Alisjahbana mengatakan, setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap sebanyak 200-250 ribu tenaga kerja.

Dengan adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, tingkat pengangguran di 2014 berada di kisaran 5,7%-6% atau meningkat dari asumsi APBN sekitar 5,7%-5,9%. Sedangkan tingkat kemiskinan naik dari 9%-10,5% dalam APBN 2014 menjadi 10,54%-10,75%.

"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) meningkat 6,14% karena penurunan elastisitas kesempatan kerja. Ini merupakan dampak dari kenaikan upah minimun industri padat karya yang sensitif terhadap penciptaan lapangan kerja formal," ungkap Armida.(Fik/Shd)

Ekonom: Inflasi 2014 Bisa Capai 7,4%

Ekonom: Inflasi 2014 Bisa Capai 7,4%

By Arthur Gideon
on Nov 03, 2014 at 14:19 WIB
Liputan6.com, Jakarta - Ekonom memperkirakan angka inflasi sampai dengan akhir tahun bisa mencapai level di atas 7 persen. Hal tersebut didasari asumsi inflasi sampai akhir Oktober 2014 dan juga rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Dian Ayu Yustina menjelaskan, realisasi angka inflasi pada akhir Oktober 2014 di atas konsesi dari para analis.

"Perkiraan semula inflasi berada di level 0,33 persen, sedangkan pada kenyataannya angka inflasi mencapai 0,47 persen," jelasnya, di Jakarta, Senin (3/11/2014).

Sedangkan secara tahunan atau year on year, realisasi inflasi sampai dengan akhir Oktober di level 4,83 persen, di atas konsensus yang berada di level 4,70 persen.

Menurut Dian, lonjakan angka inflasi Oktober tersebut lebih disebabkan dampak lanjutan dari kenaikan harga elpiji yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) pada September 2014 kemarin.

Sampai dengan akhir tahun, Dian memperkirakan angka inflasi bakal berada di level 7 persen hingga 7,4 persen. Perkiraan tersebut dengan estimasi bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo akan menaikkan harga BBM Subsidi.

"Inflasi akhir tahun berada di kisaran 7,0 persen hingga 7,4 persen year on year dengan asumsi kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000 per liter." tuturnya.

Meskipun memberikan dampak kepada kenaikan angka inflasi, Dian melihat bahwa kenaikan harga BBM subsidi memang perlu dilakukan. pasalnya, kenaikan tersebut secara jangka panjang bisa memperbaiki neraca perdagangan dan juga angka defisit anggaran. (Gdn)